<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="0.92"><channel><title>The Lost Memory</title><link>http://blagbligblug.blog.co.uk/</link><description></description><language>en-US</language><docs>http://backend.userland.com/rss092</docs><image><title>The Lost Memory</title><link>http://blagbligblug.blog.co.uk/</link><url>http://data5.blog.de/design/preview/2f/a72f80627ba2c97f42dfe93ff5175c_160x200.jpg</url></image><item><title>Yang Ku Dambakan</title><description>	&lt;p&gt;-Baiti jannati- itulah untaian kata indah yang keluar dari bibir mulia&lt;br&gt;
Rasulullah SAW, dalam mengilustrasikan kehidupan rumah tangga beliau yang&lt;br&gt;
sakinah mawaddah warohamah dan penuh kebahagiaan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kebahagiaan dalam rumah tangga seorang muslim tidaklah didasari oleh harta&lt;br&gt;
dan kecantikan semata, walau tak dapat dipungkiri, kalau keduanya merupakan&lt;br&gt;
salah satu faktor penunjang. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kalau kita cermati lebih lanjut dan menghayati kehidupan rumah tangga Rasul&lt;br&gt;
SAW, kita akan menemukan dua faktor utama yang menyebabkan rumah beliau&lt;br&gt;
seperti syurga. Dua faktor tersebut adalah suami shaleh dan istri yang&lt;br&gt;
shalehah, kenapa??, karena keduanya orang yang paham betul bagaimana cara&lt;br&gt;
membahagiakan pasangan hidupnya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Suami shaleh adalah seorang suami yang selalu ingat bahwa Allah&lt;br&gt;
memerintahkannya agar ia mempergauli istrinya dengan baik dan ia tahu bahwa&lt;br&gt;
istri merupakan amanah yang dititipkan Allah kepadanya, karenanya,&lt;br&gt;
membahagiakan istri merupakan ibadah baginya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Demikian pula dengan istri yang shalehah, ia mengerti betul bahwa&lt;br&gt;
ketaatannnya kepada suami adalah perintah Rasul dan merupakan ibadah yang&lt;br&gt;
dijanjikan pahala oleh yang Maha Pengasih. Begitulah, suami yang shaleh dan&lt;br&gt;
istri shalehah apabila mereka berdua saling mencintai maka keduanya akan&lt;br&gt;
selalu berusaha merealisasikan cinta tersebut dengan saling membahagiakan&lt;br&gt;
pasangannya. Namun jika keduanya tidak saling mencintai (kayaknya nggak&lt;br&gt;
mungkin, ya!!??) atau salah seorang diantara keduanya tidak mencintai yang&lt;br&gt;
lain atau pada saat-saat kesel dan sebel, niscaya mereka tidak akan&lt;br&gt;
menyakiti satu sama lain. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pada kesempatan kali ini perkenankanlah penulis lebih menitik beratkan&lt;br&gt;
pembahasan tentang wanita shalehah tanpa mengurangi eksistensi pria shaleh,&lt;br&gt;
karena pada prinsipnya mereka mempunyai tuntutan dan pahala yang sama. Allah&lt;br&gt;
berfirman : “Barang siapa yang mengerjakan amalan-amalan shaleh, baik&lt;br&gt;
laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk&lt;br&gt;
kedalam syurga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun”. (Qs 4 : 12).&lt;br&gt;
Lihat juga firman Qs 9 : 71 dan Qs 33 : 35. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Rasulullah SAW sangat menganjurkan kepada para pemuda agar mereka lebih&lt;br&gt;
mempriorotaskan memilih dzaatuddin (baca : wanita shalihah) untuk dijadikan&lt;br&gt;
pendamping hidupnya. Beliau bersabda yang artinya : “Wanita dinikahi karena&lt;br&gt;
empat perkara : “karena hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya. Maka&lt;br&gt;
pilihlah yang beragama (shalehah) niscaya engakau akan bahagia”. (Muttafaqun&lt;br&gt;
Alaih) &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Wanita shalihah….. Ia merupakan sosok makhluk lembut yang menjadi idaman&lt;br&gt;
bagi setiap muslim yang shaleh. Karena pada dirinya terdapat perhiasan&lt;br&gt;
terindah di dunia ini sebagaimana disinyalir oleh Sang pembawa kabar gembira&lt;br&gt;
Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang&lt;br&gt;
artinya : “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah&lt;br&gt;
wanita shalehah”. Lantas seperti apasih wanita shalehah itu???. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Wanita shalehah adalah wanita yang benar-benar mengahambakan diri kepada&lt;br&gt;
Allah dan beribadah hanya kepadaNya. Ia menjauhkan diri dari perbuatan&lt;br&gt;
syirik baik kecil apalagi besar, tidak menyembah kecuali kepada Allah, tidak&lt;br&gt;
minta kepada kuburan atau pohon beringin, tidak memberi sesaji kepada Ratu&lt;br&gt;
Laut Selatan atau ratu-ratu lainnya, tidak kedukun, nggak make jimat dan&lt;br&gt;
banyak lagi perbuatan syirik yang dapat meluluh lantakan amal shaleh Allah&lt;br&gt;
berfirman yang artinya : “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan&lt;br&gt;
kepada Nabi-nabi sebelummu : “Jika k amu mempersekutukan (Tuhan), niscaya&lt;br&gt;
akan hapuslah amalmu dan tetulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.&lt;br&gt;
Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sambah dan hendaklah kamu&lt;br&gt;
termasuk orang-orang yang bersyukur”. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Lebih gawat lagi Allah tidak akan mengampuni dosa syirik sebagaimana&lt;br&gt;
termaktub dalam firmanNya yang artinya : “Sesungguhnya Allah tidak&lt;br&gt;
mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni&lt;br&gt;
dosa selain dari syirik itu bagi siapa saj yang di kehendakiNya. Barang&lt;br&gt;
siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka ia telah tesesat&lt;br&gt;
sejauh-jauhnya”.(QS 4 : 116) &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Wanita shalehah adalah wanita yang taat, patuh dan berbakti kepada kedua&lt;br&gt;
orang tuanya, Allah SWT menyelaraskan perintah beribadah hanya kepadanya&lt;br&gt;
dengan perintah berbuat baik dengan orang tua. Perhatiakan firman Allah&lt;br&gt;
dalam Qs Al-Israa’ ayat 23-24 yang artinya : “Dan Tuhanmu telah memrintahkan&lt;br&gt;
supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik&lt;br&gt;
kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara&lt;br&gt;
keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka&lt;br&gt;
sekali-kali janganlah kamu mengatakan “ah” dan janganlah kamu membentak&lt;br&gt;
mereka da n ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah&lt;br&gt;
dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah :&lt;br&gt;
“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah&lt;br&gt;
mendidik aku waktu kecil”. Lihat juga Qs 31 : 13-15 &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Wanita shalihah adalah wanita yang menjadikan shalat sebagai kebahagian&lt;br&gt;
tersendiri baginya, seperti yang dilalkukan oleh idolanya, Rasulullah SAW&lt;br&gt;
bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Nasa’i dari Anas Ra :&lt;br&gt;
“Dan kujadikan shalat sebagai permata hatiku”. Ia tidak lalai mendirikan&lt;br&gt;
shalat tepat pada waktunya, khusu’ dalam shalat-shalatnya, gemar berpuasa&lt;br&gt;
dan bersedekah, sungguh- sungguh dalam do’anya antara takut dan penuh harap. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Wanita shalehah….. Jilbab adalah pakaiannya, busana muslimah yang menutup&lt;br&gt;
rapat seluruh auratnya, pakaian yang disyariatkan oleh Sang Penguasa jagad&lt;br&gt;
raya kepadanya. Allah berfirman yang artinya : “Hai Nabi katakanlah kepada&lt;br&gt;
istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin :&lt;br&gt;
“hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka”. Yang&lt;br&gt;
demikian itu supaya mereka lebih untuk dikenal, karena itu mereka tidak&lt;br&gt;
diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Jilbab&lt;br&gt;
adalah syi’ar islam, hanya jilbab yang menjadi pembeda antara muslimah dan&lt;br&gt;
wanita kafir di tempat umum. Wanita shalehah tahu apapun yang disyari’atkan&lt;br&gt;
Allah kepada manusia, tidak lain untuk kebaikan mereka. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Wanita shalehah…. Dalam dirinya terkumpul kebaikan akhlak, adab baginya&lt;br&gt;
lebih baik dari zahab (emas), penghias bibirnya adalah zikrullah dan bacaan&lt;br&gt;
Al-Qur’an, pemerah pipinya adalah rasa malu, eye shadawnya gahdul bashar dan&lt;br&gt;
ia selalu menjaga kesuciannya sebagai aplikasi dari firman Allah yang&lt;br&gt;
artinya : “Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan&lt;br&gt;
pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan&lt;br&gt;
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka&lt;br&gt;
menutupkan kain kudungnya kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasanya,&lt;br&gt;
kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau&lt;br&gt;
putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudar-saudara&lt;br&gt;
leleki mereka, atau putra- putra saudara perempuan mereka, atau&lt;br&gt;
wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau&lt;br&gt;
pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita)&lt;br&gt;
atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah&lt;br&gt;
mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka&lt;br&gt;
sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang&lt;br&gt;
yang beriman supaya kamu beruntung”. (Qs 24 : 31). &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ia juga menjaga dirinya dari sentuhan laki-laki yang bukan muhrim, baik&lt;br&gt;
melalui bersalaman apalagi diraba-raba. (Iiii ngeriii).Rasul SAW bersabda&lt;br&gt;
yang artinya : “Sekiranya ditusukkan jarum besi ke kepala salah seorang&lt;br&gt;
diantara kamu, itu lebih baik dari pada ia menyentuh wanita yang tidak halal&lt;br&gt;
baginya”. (HR At-Thabroni dan Baihaqi dari mi’qol bin yasaar) &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Wanita shalehah adalah wanita yang terdidik dengan tarbiyah islamiyah, terus&lt;br&gt;
memperdalam ilmu syar’i, aktif dalam kegiatan dakwah beramar makruf nahi&lt;br&gt;
mungkar. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Wanita shalehah.…. Ia senantisa berusaha menghindari ikhtilat, berkhalwat,&lt;br&gt;
apalagi pacaran. Pacaran? makhluk apaan tuh???…. Tidak la yau. Rasulullah&lt;br&gt;
SAW bersabda yang artinya : “'Tidaklah laki-laki dan perempuan berkhalwat&lt;br&gt;
(berdua-duaan) kecuali yang ketiganya adalah setan”.(Hr Tirmizi) &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Wanita shalehah…. Hari-hari libur dari ritualnya ia ganti dengan dangan&lt;br&gt;
hal-hal yang bermanfaat, membaca buku-buku islam, mendengar kaset-kaset&lt;br&gt;
ceramah, memperbanyak sedekah dan lain sebagainya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pendeknya, wanita shalehah adalah sosok wanita yang taat melaksanakan&lt;br&gt;
perintah Allah, sungguh-sungguh terhadap kewajiban dan hirs terhadap&lt;br&gt;
nawafil, sehingga ia dapat menggapai cintaNya sebagaimana yang dijanjikan&lt;br&gt;
oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits qudsy yang dirwayatkan oleh Imam&lt;br&gt;
Bukhary dari Abi Hurairah yang artinya : “Rasul bersabda : “Allah berfirman&lt;br&gt;
: “Barang siapa yang menjadikan selain Ku sebagai sekutu, Aku telah&lt;br&gt;
mengizinkan agar ia diperangi, tidaklah seorang hamba mendekatkan diri&lt;br&gt;
kepadaKu dengan sesuatu yang lebih dari yang Aku wajibkan, dan hambaku itu&lt;br&gt;
selalu mendekatkan diri kepadaKu dengan nawafil (amalan sunnah) sehingga Aku&lt;br&gt;
mencintainya, apabila Aku telah mencintainya, Akulah pendengaranya yang ia&lt;br&gt;
gunakan untuk m endengar dan pengelihatannya yang ia gunakan untuk melihat&lt;br&gt;
dan tangannya yang ia gerakan dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan,&lt;br&gt;
apabila ia meminta kepadaKu niscaya Aku beri dan apabila ia meminta&lt;br&gt;
perlindungan niscaya Aku lindungi (Hr Bukhary) &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dan meninggalkan laranganNya, berusaha menghindari yang makhruh dan&lt;br&gt;
sungguh-sungguh menjauhi yang haram. Namun bukan berarti ia tak pernah&lt;br&gt;
melakukan kesalahan dan dan luput dari perbuatan dosa, tidak, karena tidak&lt;br&gt;
ada di muka bumi ini orang yang tak penah berdosa sebagaimana yang&lt;br&gt;
disabdakan oleh Nabi SAW yang artinya : “Setiap anak Adam pernah melakukan&lt;br&gt;
perbuatan dosa, dan sebaik-baiknya orang yang yang berbuat dosa adalah&lt;br&gt;
orang-orang yang bertaubat”. Sebagai manusia biasa, ia terkadang terjerumus&lt;br&gt;
pada perbuatan maksiat, akan tetapi ia akan cepat bertaubat dari&lt;br&gt;
kesalahannya tersebut dan bersegera menuju ampunan Allah sebagaimana&lt;br&gt;
termaktub dalam firmanNya yang artinya : “Dan (juga) orang-orang yang&lt;br&gt;
apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka&lt;br&gt;
ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapalagi&lt;br&gt;
yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?. Dan mereka tidak&lt;br&gt;
meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (Qs 3 : 135). &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Seluruh hari-harinya adalah ibadah, praktis dari bangun tidur sampai tidur&lt;br&gt;
lagi dipenuhi dengan ibadah, no time withouth ibadah begitulah mottonya.&lt;br&gt;
Maka jadilah ia seorang muslimah yang berakidah bener, ibadah seeur, akhlak&lt;br&gt;
bageur, berbadan seger dan otaknya pun pinter. So pemuda muslim akan ngiler,&lt;br&gt;
trus ngincer untuk selanjut nguber. Nah lho..... &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Wanita shalehah…. Ketika di khitbah oleh seorang muslim yang shaleh dan&lt;br&gt;
multazim, ia tidak menolaknya. Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Jika&lt;br&gt;
datang kepadamu (mengkhitbah) orang yang kamu ridha dien dan akhlaknya, maka&lt;br&gt;
nikahkanlah dia, bila tidak, akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar”.&lt;br&gt;
Ia memprioritaskan dua syarat dien dan akhlak, namun tidak terlalu ghulu&lt;br&gt;
(berlebihan) dalam menyaring dan menentukan pilihan, sebab ia tahu tidak ada&lt;br&gt;
orang zaman sekarang yang imannya setaraf dengan Abu Bakar atau Umar.&lt;br&gt;
Cukuplah baginya pemuda yang shaleh dan multazim, itulah yang ia nantikan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Suami…, ah gadis mana yang tidak mengenangkan suami, pendamping dan pasangan&lt;br&gt;
hidup, yang akan memberikan kebahagiaan dan keceriaan? Rasanya semua gadis&lt;br&gt;
mengimpikannya. Akan dinantinya saat-saat kedatangan sang pujaan hati dengan&lt;br&gt;
debar bahagia di dada, dengan rona memerah dipipi, terlambunglah angan dan&lt;br&gt;
teruntailah harapan : “Akankah kumiliki suami idaman nan shaleh?, suami yang&lt;br&gt;
dapat dijadikan tempat berbagi, tempat belajar, tempat mencurahkan isi hati&lt;br&gt;
, tempat bermanja, juga tempat menyerahkan ketaatan agar tercapai ridha&lt;br&gt;
Ilahi, suami yang menjadi qowam yang dapat menggandeng tangan pasangannya&lt;br&gt;
menuju syurga Allah, suami yang menjadi teladan, suami yang menjadi&lt;br&gt;
pendidik, suami yang menjadi kecintaan, aah pantas kiranya tak boleh sembar&lt;br&gt;
angan memilih suami…... &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Wanita shalehah….. Saat memasuki jenjang pernikahan, terbetik azam dalam&lt;br&gt;
hatinya, untuk mengoptimalkan diri dalam mencurahkan ketaatan kepada&lt;br&gt;
suaminya, terngiang di telinganya nasehat seorang ibu Umamah binti Harits&lt;br&gt;
kepada putrinya dimalam pernihkahan sang putri tercinta : “Wahai putriku&lt;br&gt;
tersayang… Sesungguhnya nasehat ini jika ditinggalkan karena keagungan adab&lt;br&gt;
maka kutinggalkan ia untukmu. Nasehat ini merupakan peringatan bagi orang&lt;br&gt;
yang lalai (lupa) dan petunjuk bagi yang berakal, jika seorang wanita tidak&lt;br&gt;
butuh terhadap pernikahan, niscaya kedua orang tuanya lebih tidak&lt;br&gt;
membutuhkannya, akan tetapi keduanya sangat membutuhkannya, karena wanita&lt;br&gt;
diciptakan untuka lelaki dan laki-laki diciptakan untuk wanita. Putriku&lt;br&gt;
sayang… kini engkau akan berpisah dari udara dan dunia remaja yang akupun&lt;br&gt;
telah melaluinya. Kini engkau akan menjalani hidup baru yang juga pernah&lt;br&gt;
kujalani, menuju kehidupan yang belum engkau ketahui dan teman yang belum&lt;br&gt;
engkau pahami, dia akan menjadi raja dan pelindung bagimu. Jadilah engkau&lt;br&gt;
budaknya, niscaya dia akan menjadi budak yang dekat denganmu, ingat dan&lt;br&gt;
peliharalah sepuluh point yang akan menjadi modal dan simpanan bagimu. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yang pertama dan kedua adalah : Tunduk berkhidmat kepadanya disertai dengan&lt;br&gt;
qona’ah. Memperhatikan ucapannya disertai dengan to’ah (taat). &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yang ketiga dan ke empat : menjaga persaan mata dan hidungnya, jangan sampai&lt;br&gt;
matanya melihat sesuatu yang jelek darimu dan jangan tercium olehnya kecuali&lt;br&gt;
sesuatu yang harum dan wangi. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Adapun yang kelima dan enam : perhatikanlah watu makan dan tidurnya, karena&lt;br&gt;
rasa lapar dapat menimbulkan emosi dan kurang tidur bisa mengundang amarah. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yang ke tujuh dan delapan : menjaga hartanya serta menaruh hormat terhadap&lt;br&gt;
keluarganya, aturlah hartanya dengan baik dan pergauilah keluarganya sebaik&lt;br&gt;
mungkin. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dan yang ke sembilan dan sepuluh : jangan engkau maksiat dan menentangnya,&lt;br&gt;
jangan pula engkau beberkan rahasianya, bila engkau menentangnya maka engkau&lt;br&gt;
telah mengobarkan kemarahannya dan jika engkau membeberkan rahasianya&lt;br&gt;
niscaya engkau tidak akan merasa aman akan kepergiannya. Kemudian jangan&lt;br&gt;
sampai engkau menampakkan kegembiraan jika ia sedang bersedih dan jangan&lt;br&gt;
pula menampakkan kesedihan bila ia sedang gembira. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Wanita shalehah….. Ia tahu bahwa kehidupan rumah tangga tidak melulu&lt;br&gt;
berjalan mulus, berbentangkan permadani. Kehidupan rumah tangga tak ubahnya&lt;br&gt;
sebuah kapal yang berlayar di tengah samudra, terkadang tenang dengan ombak&lt;br&gt;
dan riak-riak kecil, namun dilain waktu angin kencang melanda, badai&lt;br&gt;
menghantam, ombak bergulung seakan ingin menenggelamkan kapal dan seluruh&lt;br&gt;
isinya. Saat seperti itulah peranan suami istri teruji, jika mereka kompak,&lt;br&gt;
bahu-membahu dengan saling pengertian, InsyaAllah biduk akan selamat sampai&lt;br&gt;
ketepian. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Wanita shalehah….. Ia menjadi sesuatu yang paling berharga bagi suaminya&lt;br&gt;
setelah ketakwaannya kepada Allah, bila dipandang oleh sang suami&lt;br&gt;
menimbulkan rasa bahagia dihati. Sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits&lt;br&gt;
yang artinya : “tidak ada yang lebih bermanfaat bagi seorang muslim setelah&lt;br&gt;
takwa kepada Allah dan lebih baik baginya selain dari istri yang shalehah,&lt;br&gt;
apabila ia memerintahnya dia akan mentaatinya, jika ia melihat kepadanya dia&lt;br&gt;
membahagiakannya, jika bersumpah kepadanya dia menepatinya dan bila ia tidak&lt;br&gt;
berada di dekatnya dia menjaga dirinya juga harta suaminya”. (HR Ibnu&lt;br&gt;
Majah). Ia tidak memasukkan lelaki kerumahnya tanpa seizin sang suami dan&lt;br&gt;
selalu menjaga harga diri dan kepercayaan suaminya. Allah berfirman yang&lt;br&gt;
artinya : “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena&lt;br&gt;
Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain&lt;br&gt;
(wanita), dan kerena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari&lt;br&gt;
harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shaleh, ialah yang taat kepada&lt;br&gt;
Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah&lt;br&gt;
telah memelihara mereka”. (Qs 4 : 34). Ia selalu ridha dengan apa yang&lt;br&gt;
diberikan suami, betapapun kecilnya pemberian itu dan tidak pernah menuntut&lt;br&gt;
sesuatu yang tidak tergapai oleh penghasilan sang suami. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Wanita shalehah….. Ia sabar saat-saat sang suami meninggalkannnya untuk&lt;br&gt;
menuntut ilmu, mencari rizki, atau kepentingan dakwah dan menyambut&lt;br&gt;
kepulangan suami dengan senyum mengembang dan wajah ceria. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Wanita shalehah….. Apabila suaminya dilanda futur, semangatnya mengendur, ia&lt;br&gt;
tampil menegur “Mas kok loyyo”, memberikan motivasi dan mengobarkan semangat&lt;br&gt;
juangnya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Wanita shalehah….. Ia selalu melahirkan generasi robbani, mengenalkan&lt;br&gt;
putra-putrinya kepada Allah sejak dini, bahkan sebelum sang anak itu&lt;br&gt;
terlahir kedunia. Mengasuhnya dengan sabar dan penuh keibuan, mendidiknya&lt;br&gt;
dengan pendidikan islami, mengajari Sunnah-sunnah Nabi, akhlakul karimah dan&lt;br&gt;
lain sebagainya. Ibu adalah madrasatul Ula bagi putra-putrinya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dengan demikian ia akan menjadi mar’ah shalehah, zaujah muti’ah dan ummu&lt;br&gt;
madrasah. Singkatnya, wanita shalehah adalah gambaran sosok hamba Allah,&lt;br&gt;
pengikut Rasul, anak, istri, ibu dan anggota masyarakat yang baik dan&lt;br&gt;
menjadi uswah hasanah bagi orang lain. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Indah nian alunan nasyid yang berbunyi : “Sungguh indah permata dunia, intan&lt;br&gt;
mutu manikam, emas dan berlian yang memikat hati. Namun tiada seindah bunga&lt;br&gt;
wanita shalehah harapan agama……. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Demikianlah beberapa sifat dan karakter wanita shalehah yang kudambakan, dan&lt;br&gt;
juga oleh setiap pemuda muslim yang berakal sehat. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Akankah aku mendapatkannya? &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Wallahu A’la wa A’lam &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;(Syafri Delon Arifin, 2007)&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Bahan Bacaan&lt;br&gt;
1. Al Qur’an Al Karim&lt;br&gt;
2. Yusuf Qordhawy. Dr. Malamih Al-Mujtama’ Al-Muslim. Muassasah&lt;br&gt;
Ar-Risaralah, Bairut. Cet I 1996.&lt;br&gt;
3. Syaikh Muhammad Husain Ya’qub. Sifaat Al-Muslimah Al-Multazamah. Maktabah&lt;br&gt;
Syuqul Akhirah. Cairo. Cet III 1998&lt;br&gt;
4. Ibnu Rojab Al-Hambaly. Jami’ul U’lum wal Hikam. Daarul Khair Bairut. Cet&lt;br&gt;
II 1996 4.&lt;br&gt;
5. Abdul Aziz Muh. Azzam. Dr dan Abd. Wahab Sayid Hawas. Dr. Al Ushrah wa&lt;br&gt;
Ahkamuha fi Tasyri’ Al Islamy. Cairo 99-2000&lt;br&gt;
6. Majalah UMMI Edisi 9/IX/97
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://blagbligblug.blog.co.uk/2007/04/15/yang_ku_dambakan~2095670/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://blagbligblug.blog.co.uk/2007/04/15/yang_ku_dambakan~2095670/</link><pubDate>Sun, 15 Apr 2007 14:40:12 +0200</pubDate></item><item><title>oVerView!</title><description>	&lt;p&gt;My walking stick... &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;You, my walking stick,&lt;br&gt;
I look at you with awe&lt;br&gt;
A trusted friend and&lt;br&gt;
A selfless aide&lt;br&gt;
For over three decades &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Everywhere that I go&lt;br&gt;
You are in my front&lt;br&gt;
Always taking the lead&lt;br&gt;
For me to follow &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;As I struggle to cross&lt;br&gt;
The busy roads of life&lt;br&gt;
You grip my arm&lt;br&gt;
In secure love, as you&lt;br&gt;
Take me to the other side &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;When I silently cry&lt;br&gt;
With unshed tears of pain&lt;br&gt;
You stand upright&lt;br&gt;
With compassionate confidence&lt;br&gt;
Making yourself a prop &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;As I stumble on the ills&lt;br&gt;
Of this life, groping,&lt;br&gt;
You act as my eyes&lt;br&gt;
Making me see what I can't &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;I am aging, and so are you&lt;br&gt;
But never leave me&lt;br&gt;
You, my walking stick,&lt;br&gt;
For we are intertwined&lt;br&gt;
With one another &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yes, you my walking stick,&lt;br&gt;
You have a name&lt;br&gt;
And you have a title,&lt;br&gt;
A title called&lt;br&gt;
'wife'&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;(Suresh Kumar, 2007)
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://blagbligblug.blog.co.uk/2007/04/15/overview~2093500/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://blagbligblug.blog.co.uk/2007/04/15/overview~2093500/</link><pubDate>Sun, 15 Apr 2007 04:52:40 +0200</pubDate></item></channel></rss>
