Search blog.co.uk

Posts archive for: April, 2007
  • Yang Ku Dambakan

    -Baiti jannati- itulah untaian kata indah yang keluar dari bibir mulia
    Rasulullah SAW, dalam mengilustrasikan kehidupan rumah tangga beliau yang
    sakinah mawaddah warohamah dan penuh kebahagiaan.

    Kebahagiaan dalam rumah tangga seorang muslim tidaklah didasari oleh harta
    dan kecantikan semata, walau tak dapat dipungkiri, kalau keduanya merupakan
    salah satu faktor penunjang.

    Kalau kita cermati lebih lanjut dan menghayati kehidupan rumah tangga Rasul
    SAW, kita akan menemukan dua faktor utama yang menyebabkan rumah beliau
    seperti syurga. Dua faktor tersebut adalah suami shaleh dan istri yang
    shalehah, kenapa??, karena keduanya orang yang paham betul bagaimana cara
    membahagiakan pasangan hidupnya.

    Suami shaleh adalah seorang suami yang selalu ingat bahwa Allah
    memerintahkannya agar ia mempergauli istrinya dengan baik dan ia tahu bahwa
    istri merupakan amanah yang dititipkan Allah kepadanya, karenanya,
    membahagiakan istri merupakan ibadah baginya.

    Demikian pula dengan istri yang shalehah, ia mengerti betul bahwa
    ketaatannnya kepada suami adalah perintah Rasul dan merupakan ibadah yang
    dijanjikan pahala oleh yang Maha Pengasih. Begitulah, suami yang shaleh dan
    istri shalehah apabila mereka berdua saling mencintai maka keduanya akan
    selalu berusaha merealisasikan cinta tersebut dengan saling membahagiakan
    pasangannya. Namun jika keduanya tidak saling mencintai (kayaknya nggak
    mungkin, ya!!??) atau salah seorang diantara keduanya tidak mencintai yang
    lain atau pada saat-saat kesel dan sebel, niscaya mereka tidak akan
    menyakiti satu sama lain.

    Pada kesempatan kali ini perkenankanlah penulis lebih menitik beratkan
    pembahasan tentang wanita shalehah tanpa mengurangi eksistensi pria shaleh,
    karena pada prinsipnya mereka mempunyai tuntutan dan pahala yang sama. Allah
    berfirman : “Barang siapa yang mengerjakan amalan-amalan shaleh, baik
    laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk
    kedalam syurga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun”. (Qs 4 : 12).
    Lihat juga firman Qs 9 : 71 dan Qs 33 : 35.

    Rasulullah SAW sangat menganjurkan kepada para pemuda agar mereka lebih
    mempriorotaskan memilih dzaatuddin (baca : wanita shalihah) untuk dijadikan
    pendamping hidupnya. Beliau bersabda yang artinya : “Wanita dinikahi karena
    empat perkara : “karena hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya. Maka
    pilihlah yang beragama (shalehah) niscaya engakau akan bahagia”. (Muttafaqun
    Alaih)

    Wanita shalihah….. Ia merupakan sosok makhluk lembut yang menjadi idaman
    bagi setiap muslim yang shaleh. Karena pada dirinya terdapat perhiasan
    terindah di dunia ini sebagaimana disinyalir oleh Sang pembawa kabar gembira
    Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang
    artinya : “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah
    wanita shalehah”. Lantas seperti apasih wanita shalehah itu???.

    Wanita shalehah adalah wanita yang benar-benar mengahambakan diri kepada
    Allah dan beribadah hanya kepadaNya. Ia menjauhkan diri dari perbuatan
    syirik baik kecil apalagi besar, tidak menyembah kecuali kepada Allah, tidak
    minta kepada kuburan atau pohon beringin, tidak memberi sesaji kepada Ratu
    Laut Selatan atau ratu-ratu lainnya, tidak kedukun, nggak make jimat dan
    banyak lagi perbuatan syirik yang dapat meluluh lantakan amal shaleh Allah
    berfirman yang artinya : “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan
    kepada Nabi-nabi sebelummu : “Jika k amu mempersekutukan (Tuhan), niscaya
    akan hapuslah amalmu dan tetulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.
    Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sambah dan hendaklah kamu
    termasuk orang-orang yang bersyukur”.

    Lebih gawat lagi Allah tidak akan mengampuni dosa syirik sebagaimana
    termaktub dalam firmanNya yang artinya : “Sesungguhnya Allah tidak
    mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni
    dosa selain dari syirik itu bagi siapa saj yang di kehendakiNya. Barang
    siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka ia telah tesesat
    sejauh-jauhnya”.(QS 4 : 116)

    Wanita shalehah adalah wanita yang taat, patuh dan berbakti kepada kedua
    orang tuanya, Allah SWT menyelaraskan perintah beribadah hanya kepadanya
    dengan perintah berbuat baik dengan orang tua. Perhatiakan firman Allah
    dalam Qs Al-Israa’ ayat 23-24 yang artinya : “Dan Tuhanmu telah memrintahkan
    supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik
    kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara
    keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka
    sekali-kali janganlah kamu mengatakan “ah” dan janganlah kamu membentak
    mereka da n ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah
    dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah :
    “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah
    mendidik aku waktu kecil”. Lihat juga Qs 31 : 13-15

    Wanita shalihah adalah wanita yang menjadikan shalat sebagai kebahagian
    tersendiri baginya, seperti yang dilalkukan oleh idolanya, Rasulullah SAW
    bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Nasa’i dari Anas Ra :
    “Dan kujadikan shalat sebagai permata hatiku”. Ia tidak lalai mendirikan
    shalat tepat pada waktunya, khusu’ dalam shalat-shalatnya, gemar berpuasa
    dan bersedekah, sungguh- sungguh dalam do’anya antara takut dan penuh harap.

    Wanita shalehah….. Jilbab adalah pakaiannya, busana muslimah yang menutup
    rapat seluruh auratnya, pakaian yang disyariatkan oleh Sang Penguasa jagad
    raya kepadanya. Allah berfirman yang artinya : “Hai Nabi katakanlah kepada
    istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin :
    “hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka”. Yang
    demikian itu supaya mereka lebih untuk dikenal, karena itu mereka tidak
    diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Jilbab
    adalah syi’ar islam, hanya jilbab yang menjadi pembeda antara muslimah dan
    wanita kafir di tempat umum. Wanita shalehah tahu apapun yang disyari’atkan
    Allah kepada manusia, tidak lain untuk kebaikan mereka.

    Wanita shalehah…. Dalam dirinya terkumpul kebaikan akhlak, adab baginya
    lebih baik dari zahab (emas), penghias bibirnya adalah zikrullah dan bacaan
    Al-Qur’an, pemerah pipinya adalah rasa malu, eye shadawnya gahdul bashar dan
    ia selalu menjaga kesuciannya sebagai aplikasi dari firman Allah yang
    artinya : “Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan
    pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan
    perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka
    menutupkan kain kudungnya kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasanya,
    kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau
    putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudar-saudara
    leleki mereka, atau putra- putra saudara perempuan mereka, atau
    wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau
    pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita)
    atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah
    mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka
    sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang
    yang beriman supaya kamu beruntung”. (Qs 24 : 31).

    Ia juga menjaga dirinya dari sentuhan laki-laki yang bukan muhrim, baik
    melalui bersalaman apalagi diraba-raba. (Iiii ngeriii).Rasul SAW bersabda
    yang artinya : “Sekiranya ditusukkan jarum besi ke kepala salah seorang
    diantara kamu, itu lebih baik dari pada ia menyentuh wanita yang tidak halal
    baginya”. (HR At-Thabroni dan Baihaqi dari mi’qol bin yasaar)

    Wanita shalehah adalah wanita yang terdidik dengan tarbiyah islamiyah, terus
    memperdalam ilmu syar’i, aktif dalam kegiatan dakwah beramar makruf nahi
    mungkar.

    Wanita shalehah.…. Ia senantisa berusaha menghindari ikhtilat, berkhalwat,
    apalagi pacaran. Pacaran? makhluk apaan tuh???…. Tidak la yau. Rasulullah
    SAW bersabda yang artinya : “'Tidaklah laki-laki dan perempuan berkhalwat
    (berdua-duaan) kecuali yang ketiganya adalah setan”.(Hr Tirmizi)

    Wanita shalehah…. Hari-hari libur dari ritualnya ia ganti dengan dangan
    hal-hal yang bermanfaat, membaca buku-buku islam, mendengar kaset-kaset
    ceramah, memperbanyak sedekah dan lain sebagainya.

    Pendeknya, wanita shalehah adalah sosok wanita yang taat melaksanakan
    perintah Allah, sungguh-sungguh terhadap kewajiban dan hirs terhadap
    nawafil, sehingga ia dapat menggapai cintaNya sebagaimana yang dijanjikan
    oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits qudsy yang dirwayatkan oleh Imam
    Bukhary dari Abi Hurairah yang artinya : “Rasul bersabda : “Allah berfirman
    : “Barang siapa yang menjadikan selain Ku sebagai sekutu, Aku telah
    mengizinkan agar ia diperangi, tidaklah seorang hamba mendekatkan diri
    kepadaKu dengan sesuatu yang lebih dari yang Aku wajibkan, dan hambaku itu
    selalu mendekatkan diri kepadaKu dengan nawafil (amalan sunnah) sehingga Aku
    mencintainya, apabila Aku telah mencintainya, Akulah pendengaranya yang ia
    gunakan untuk m endengar dan pengelihatannya yang ia gunakan untuk melihat
    dan tangannya yang ia gerakan dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan,
    apabila ia meminta kepadaKu niscaya Aku beri dan apabila ia meminta
    perlindungan niscaya Aku lindungi (Hr Bukhary)

    Dan meninggalkan laranganNya, berusaha menghindari yang makhruh dan
    sungguh-sungguh menjauhi yang haram. Namun bukan berarti ia tak pernah
    melakukan kesalahan dan dan luput dari perbuatan dosa, tidak, karena tidak
    ada di muka bumi ini orang yang tak penah berdosa sebagaimana yang
    disabdakan oleh Nabi SAW yang artinya : “Setiap anak Adam pernah melakukan
    perbuatan dosa, dan sebaik-baiknya orang yang yang berbuat dosa adalah
    orang-orang yang bertaubat”. Sebagai manusia biasa, ia terkadang terjerumus
    pada perbuatan maksiat, akan tetapi ia akan cepat bertaubat dari
    kesalahannya tersebut dan bersegera menuju ampunan Allah sebagaimana
    termaktub dalam firmanNya yang artinya : “Dan (juga) orang-orang yang
    apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka
    ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapalagi
    yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?. Dan mereka tidak
    meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (Qs 3 : 135).

    Seluruh hari-harinya adalah ibadah, praktis dari bangun tidur sampai tidur
    lagi dipenuhi dengan ibadah, no time withouth ibadah begitulah mottonya.
    Maka jadilah ia seorang muslimah yang berakidah bener, ibadah seeur, akhlak
    bageur, berbadan seger dan otaknya pun pinter. So pemuda muslim akan ngiler,
    trus ngincer untuk selanjut nguber. Nah lho.....

    Wanita shalehah…. Ketika di khitbah oleh seorang muslim yang shaleh dan
    multazim, ia tidak menolaknya. Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Jika
    datang kepadamu (mengkhitbah) orang yang kamu ridha dien dan akhlaknya, maka
    nikahkanlah dia, bila tidak, akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar”.
    Ia memprioritaskan dua syarat dien dan akhlak, namun tidak terlalu ghulu
    (berlebihan) dalam menyaring dan menentukan pilihan, sebab ia tahu tidak ada
    orang zaman sekarang yang imannya setaraf dengan Abu Bakar atau Umar.
    Cukuplah baginya pemuda yang shaleh dan multazim, itulah yang ia nantikan.

    Suami…, ah gadis mana yang tidak mengenangkan suami, pendamping dan pasangan
    hidup, yang akan memberikan kebahagiaan dan keceriaan? Rasanya semua gadis
    mengimpikannya. Akan dinantinya saat-saat kedatangan sang pujaan hati dengan
    debar bahagia di dada, dengan rona memerah dipipi, terlambunglah angan dan
    teruntailah harapan : “Akankah kumiliki suami idaman nan shaleh?, suami yang
    dapat dijadikan tempat berbagi, tempat belajar, tempat mencurahkan isi hati
    , tempat bermanja, juga tempat menyerahkan ketaatan agar tercapai ridha
    Ilahi, suami yang menjadi qowam yang dapat menggandeng tangan pasangannya
    menuju syurga Allah, suami yang menjadi teladan, suami yang menjadi
    pendidik, suami yang menjadi kecintaan, aah pantas kiranya tak boleh sembar
    angan memilih suami…...

    Wanita shalehah….. Saat memasuki jenjang pernikahan, terbetik azam dalam
    hatinya, untuk mengoptimalkan diri dalam mencurahkan ketaatan kepada
    suaminya, terngiang di telinganya nasehat seorang ibu Umamah binti Harits
    kepada putrinya dimalam pernihkahan sang putri tercinta : “Wahai putriku
    tersayang… Sesungguhnya nasehat ini jika ditinggalkan karena keagungan adab
    maka kutinggalkan ia untukmu. Nasehat ini merupakan peringatan bagi orang
    yang lalai (lupa) dan petunjuk bagi yang berakal, jika seorang wanita tidak
    butuh terhadap pernikahan, niscaya kedua orang tuanya lebih tidak
    membutuhkannya, akan tetapi keduanya sangat membutuhkannya, karena wanita
    diciptakan untuka lelaki dan laki-laki diciptakan untuk wanita. Putriku
    sayang… kini engkau akan berpisah dari udara dan dunia remaja yang akupun
    telah melaluinya. Kini engkau akan menjalani hidup baru yang juga pernah
    kujalani, menuju kehidupan yang belum engkau ketahui dan teman yang belum
    engkau pahami, dia akan menjadi raja dan pelindung bagimu. Jadilah engkau
    budaknya, niscaya dia akan menjadi budak yang dekat denganmu, ingat dan
    peliharalah sepuluh point yang akan menjadi modal dan simpanan bagimu.

    Yang pertama dan kedua adalah : Tunduk berkhidmat kepadanya disertai dengan
    qona’ah. Memperhatikan ucapannya disertai dengan to’ah (taat).

    Yang ketiga dan ke empat : menjaga persaan mata dan hidungnya, jangan sampai
    matanya melihat sesuatu yang jelek darimu dan jangan tercium olehnya kecuali
    sesuatu yang harum dan wangi.

    Adapun yang kelima dan enam : perhatikanlah watu makan dan tidurnya, karena
    rasa lapar dapat menimbulkan emosi dan kurang tidur bisa mengundang amarah.

    Yang ke tujuh dan delapan : menjaga hartanya serta menaruh hormat terhadap
    keluarganya, aturlah hartanya dengan baik dan pergauilah keluarganya sebaik
    mungkin.

    Dan yang ke sembilan dan sepuluh : jangan engkau maksiat dan menentangnya,
    jangan pula engkau beberkan rahasianya, bila engkau menentangnya maka engkau
    telah mengobarkan kemarahannya dan jika engkau membeberkan rahasianya
    niscaya engkau tidak akan merasa aman akan kepergiannya. Kemudian jangan
    sampai engkau menampakkan kegembiraan jika ia sedang bersedih dan jangan
    pula menampakkan kesedihan bila ia sedang gembira.

    Wanita shalehah….. Ia tahu bahwa kehidupan rumah tangga tidak melulu
    berjalan mulus, berbentangkan permadani. Kehidupan rumah tangga tak ubahnya
    sebuah kapal yang berlayar di tengah samudra, terkadang tenang dengan ombak
    dan riak-riak kecil, namun dilain waktu angin kencang melanda, badai
    menghantam, ombak bergulung seakan ingin menenggelamkan kapal dan seluruh
    isinya. Saat seperti itulah peranan suami istri teruji, jika mereka kompak,
    bahu-membahu dengan saling pengertian, InsyaAllah biduk akan selamat sampai
    ketepian.

    Wanita shalehah….. Ia menjadi sesuatu yang paling berharga bagi suaminya
    setelah ketakwaannya kepada Allah, bila dipandang oleh sang suami
    menimbulkan rasa bahagia dihati. Sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits
    yang artinya : “tidak ada yang lebih bermanfaat bagi seorang muslim setelah
    takwa kepada Allah dan lebih baik baginya selain dari istri yang shalehah,
    apabila ia memerintahnya dia akan mentaatinya, jika ia melihat kepadanya dia
    membahagiakannya, jika bersumpah kepadanya dia menepatinya dan bila ia tidak
    berada di dekatnya dia menjaga dirinya juga harta suaminya”. (HR Ibnu
    Majah). Ia tidak memasukkan lelaki kerumahnya tanpa seizin sang suami dan
    selalu menjaga harga diri dan kepercayaan suaminya. Allah berfirman yang
    artinya : “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena
    Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain
    (wanita), dan kerena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari
    harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shaleh, ialah yang taat kepada
    Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah
    telah memelihara mereka”. (Qs 4 : 34). Ia selalu ridha dengan apa yang
    diberikan suami, betapapun kecilnya pemberian itu dan tidak pernah menuntut
    sesuatu yang tidak tergapai oleh penghasilan sang suami.

    Wanita shalehah….. Ia sabar saat-saat sang suami meninggalkannnya untuk
    menuntut ilmu, mencari rizki, atau kepentingan dakwah dan menyambut
    kepulangan suami dengan senyum mengembang dan wajah ceria.

    Wanita shalehah….. Apabila suaminya dilanda futur, semangatnya mengendur, ia
    tampil menegur “Mas kok loyyo”, memberikan motivasi dan mengobarkan semangat
    juangnya.

    Wanita shalehah….. Ia selalu melahirkan generasi robbani, mengenalkan
    putra-putrinya kepada Allah sejak dini, bahkan sebelum sang anak itu
    terlahir kedunia. Mengasuhnya dengan sabar dan penuh keibuan, mendidiknya
    dengan pendidikan islami, mengajari Sunnah-sunnah Nabi, akhlakul karimah dan
    lain sebagainya. Ibu adalah madrasatul Ula bagi putra-putrinya.

    Dengan demikian ia akan menjadi mar’ah shalehah, zaujah muti’ah dan ummu
    madrasah. Singkatnya, wanita shalehah adalah gambaran sosok hamba Allah,
    pengikut Rasul, anak, istri, ibu dan anggota masyarakat yang baik dan
    menjadi uswah hasanah bagi orang lain.

    Indah nian alunan nasyid yang berbunyi : “Sungguh indah permata dunia, intan
    mutu manikam, emas dan berlian yang memikat hati. Namun tiada seindah bunga
    wanita shalehah harapan agama…….

    Demikianlah beberapa sifat dan karakter wanita shalehah yang kudambakan, dan
    juga oleh setiap pemuda muslim yang berakal sehat.

    Akankah aku mendapatkannya?

    Wallahu A’la wa A’lam

    (Syafri Delon Arifin, 2007)

    Bahan Bacaan
    1. Al Qur’an Al Karim
    2. Yusuf Qordhawy. Dr. Malamih Al-Mujtama’ Al-Muslim. Muassasah
    Ar-Risaralah, Bairut. Cet I 1996.
    3. Syaikh Muhammad Husain Ya’qub. Sifaat Al-Muslimah Al-Multazamah. Maktabah
    Syuqul Akhirah. Cairo. Cet III 1998
    4. Ibnu Rojab Al-Hambaly. Jami’ul U’lum wal Hikam. Daarul Khair Bairut. Cet
    II 1996 4.
    5. Abdul Aziz Muh. Azzam. Dr dan Abd. Wahab Sayid Hawas. Dr. Al Ushrah wa
    Ahkamuha fi Tasyri’ Al Islamy. Cairo 99-2000
    6. Majalah UMMI Edisi 9/IX/97

  • oVerView!

    My walking stick...

    You, my walking stick,
    I look at you with awe
    A trusted friend and
    A selfless aide
    For over three decades

    Everywhere that I go
    You are in my front
    Always taking the lead
    For me to follow

    As I struggle to cross
    The busy roads of life
    You grip my arm
    In secure love, as you
    Take me to the other side

    When I silently cry
    With unshed tears of pain
    You stand upright
    With compassionate confidence
    Making yourself a prop

    As I stumble on the ills
    Of this life, groping,
    You act as my eyes
    Making me see what I can't

    I am aging, and so are you
    But never leave me
    You, my walking stick,
    For we are intertwined
    With one another

    Yes, you my walking stick,
    You have a name
    And you have a title,
    A title called
    'wife'

    (Suresh Kumar, 2007)

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.